Remote Pilot AcademyRemote Pilot Academy
Kembali ke Blog
Review Produk28 Juli 20264 menit baca

Review DJI Matrice 400 Drone Enterprise Terbaru dengan Sensor Paling Canggih

Ulasan lengkap spesifikasi DJI Matrice 400 — drone enterprise terbaru DJI dengan LiDAR berputar 360°, waktu terbang hingga 59 menit, dan payload hingga 6 kg. Simak apa saja yang berubah dibanding Matrice 350 RTK.

DJI Matrice 400 bersama jajaran payload Zenmuse yang kompatibel

DJI kembali memperbarui lini drone enterprise andalannya lewat DJI Matrice 400 — penerus dari Matrice 350 RTK yang selama ini menjadi tulang punggung banyak proyek pemetaan, inspeksi, dan operasi tanggap darurat di Indonesia. Di artikel ini kita bahas spesifikasi lengkapnya, apa yang membuatnya berbeda dari generasi sebelumnya, dan siapa saja yang paling diuntungkan dari peningkatan ini.

Apa Itu DJI Matrice 400?

DJI Matrice 400 adalah drone enterprise kelas atas yang dirancang untuk kebutuhan profesional: survei dan pemetaan lahan, inspeksi infrastruktur (menara listrik, jaringan pipa, jembatan), pertambangan, kehutanan, hingga operasi pencarian dan penyelamatan (SAR). Drone ini merupakan bagian dari ekosistem DJI Enterprise yang sama dengan Matrice 350 RTK, namun dengan pembaruan besar di sisi sensor keselamatan dan efisiensi terbang.

Spesifikasi Lengkap DJI Matrice 400

Dimensi & Bobot

  • Berat tanpa baterai: 5.020 ± 20 g
  • Berat dengan baterai: 9.740 ± 40 g
  • Berat maksimal saat lepas landas (MTOW): 15,8 kg
  • Dimensi terbentang: 980 × 760 × 480 mm
  • Dimensi terlipat: 490 × 490 × 480 mm
  • Ukuran baling-baling: 25 inci

Performa Terbang

  • Waktu terbang maksimal: hingga 59 menit (tanpa angin)
  • Waktu hover maksimal: hingga 53 menit (tanpa angin)
  • Kecepatan maksimal horizontal: 25 m/s
  • Kecepatan naik maksimal: 10 m/s, turun maksimal: 8 m/s
  • Ketinggian take-off maksimal: 7.000 mdpl
  • Suhu operasional: -20°C hingga 50°C

Sensor & Keselamatan Terbang

Inilah area terbesar peningkatan Matrice 400 dibanding pendahulunya. Drone ini dilengkapi sensor visual binokular omnidirectional, LiDAR yang bisa berputar penuh 360° secara horizontal (58° vertikal), serta radar mmWave — kombinasi yang membuat deteksi rintangan jauh lebih menyeluruh, dengan jarak deteksi ke depan mulai dari 0,4 hingga 200 meter. Matrice 400 juga sudah dibekali penerima ADS-B In dengan jangkauan hingga 20 km untuk mendeteksi lalu lintas udara berawak di sekitarnya — fitur penting untuk operasi BVLOS (Beyond Visual Line of Sight).

Bodinya memiliki rating IP55, artinya tahan terhadap debu dan percikan/semburan air ringan — cocok untuk kondisi lapangan di Indonesia yang lembap dan sering hujan.

Transmisi Video

Menggunakan sistem DJI O4 Enterprise Enhanced dengan jangkauan hingga 40 km (FCC) atau 20 km (CE/SRRC/MIC, termasuk regulasi yang berlaku di Indonesia), serta live view 3 kanal beresolusi 1080p/30fps — memungkinkan co-pilot memantau feed dari beberapa kamera sekaligus secara bersamaan.

Baterai

Menggunakan baterai baru TB100 berkapasitas 20.254 mAh (977 Wh) dengan berat 4.720 ± 20 g per unit — kapasitas energi yang lebih besar inilah yang mendukung waktu terbang hingga 59 menit.

Payload yang Kompatibel

Matrice 400 memiliki kapasitas payload maksimal 6 kg, dengan tiga titik gimbal connector (3 kg untuk quick-release, atau 6 kg untuk konektor screw-lock). Payload yang didukung mencakup jajaran Zenmuse terbaru: Zenmuse L3 (LiDAR), Zenmuse H30/H30T (kamera multi-sensor dengan termal), Zenmuse L2 (LiDAR generasi sebelumnya), dan Zenmuse P1 (kamera full-frame untuk fotogrametri). Fleksibilitas ini membuat satu unit Matrice 400 bisa dipakai bergantian untuk proyek pemetaan LiDAR, fotogrametri, maupun inspeksi termal — tinggal ganti payload sesuai kebutuhan misi.

Apa Bedanya DJI Matrice 400 dengan Matrice 350 RTK

Bagi yang sudah familiar dengan Matrice 350 RTK, perbedaan paling mencolok pada Matrice 400 ada di sistem sensor: dari visual sensing biasa menjadi kombinasi surround vision penuh warna plus LiDAR yang berputar horizontal 360° — memberikan kesadaran situasional yang jauh lebih baik saat terbang di lingkungan padat objek seperti area tambang atau perkotaan. Waktu terbang juga meningkat berkat baterai TB100 yang berkapasitas lebih besar dibanding baterai TB65 pada Matrice 350 RTK. Secara keseluruhan, Matrice 400 diposisikan DJI sebagai drone enterprise dengan redundansi dan kemampuan deteksi rintangan kelas atas, cocok untuk operasi yang menuntut standar keselamatan lebih tinggi.

Untuk Siapa Drone Ini Cocok?

Dengan spesifikasi tersebut, DJI Matrice 400 paling relevan untuk:

  • Perusahaan survei & pemetaan yang membutuhkan akurasi tinggi dengan payload LiDAR (Zenmuse L3) atau fotogrametri (Zenmuse P1)
  • Industri pertambangan untuk survei volume stockpile dan pemantauan area kerja secara berkala
  • Tim inspeksi infrastruktur — jaringan listrik, menara telekomunikasi, hingga fasilitas migas
  • Instansi tanggap darurat & SAR yang membutuhkan waktu terbang panjang dan transmisi video jarak jauh untuk asesmen cepat di lapangan

Kesimpulan

DJI Matrice 400 adalah bukti bahwa DJI terus mendorong batas kemampuan drone enterprise — bukan sekadar menambah waktu terbang, tapi memperkuat sisi keselamatan lewat sensor deteksi rintangan yang jauh lebih menyeluruh. Bagi perusahaan atau instansi yang serius menjalankan operasi drone secara profesional, investasi pada unit sekelas Matrice 400 perlu dibarengi dengan kompetensi pilot yang memadai — baik dari sisi regulasi, keselamatan terbang, maupun pengolahan data hasil misi.

Remote Pilot Academy menyediakan program Fotogrametri & Pemetaan Udara serta Sertifikasi Remote Pilot (RPC) yang relevan untuk operator drone enterprise kelas ini. Perusahaan yang ingin melatih tim secara khusus juga bisa memanfaatkan program In-House Training kami.

Liu Purnomo

Ditulis oleh

Liu Purnomo

Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia

Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.