
Program inti kami — persiapan penuh menuju uji kompetensi resmi Remote Pilot melalui sistem SIDOPIGO, mengikuti standar kompetensi nasional dari DKPPU Kemenhub.
Penggunaan Sistem Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak (SPUKTA) berkembang pesat dan kini dimanfaatkan luas di berbagai sektor industri — mulai dari pemetaan lahan, pertanian presisi, konstruksi, hingga logistik. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DKPPU) mewajibkan setiap penerbang drone komersial memiliki sertifikasi resmi sebagai bukti kompetensi dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Remote Pilot Academy menghadirkan Pelatihan Sertifikasi Remote Pilot yang dirancang untuk mempersiapkan peserta menghadapi uji kompetensi resmi melalui sistem SIDOPIGO. Program ini menggabungkan sesi online dan offline, dengan materi disusun mengikuti standar kompetensi nasional.
Pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan teoretis mengenai regulasi, prosedur keselamatan, dan teknis pengoperasian SPUKTA, melatih keterampilan praktis penerbangan secara aman dan bertanggung jawab, serta mempersiapkan peserta lulus uji kompetensi resmi — mencetak pilot drone profesional yang memahami standar keselamatan penerbangan nasional.



Sertifikasi Remote Pilot adalah bukti kompetensi resmi yang diwajibkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DKPPU) Kemenhub bagi setiap penerbang drone komersial. Sertifikasi ini diperoleh melalui uji kompetensi resmi pada sistem SIDOPIGO.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta menerima Sertifikat Pelatihan dari PT Remote Pilot Indonesia. Untuk sertifikasi resmi dari DKPPU Kemenhub, peserta perlu mendaftar dan lulus uji kompetensi pada sistem SIDOPIGO — proses pendaftarannya kami bimbing hingga selesai.
Tidak bisa. Untuk memperoleh sertifikasi resmi melalui sistem SIDOPIGO, calon peserta wajib terlebih dahulu mengikuti pelatihan di training center yang terverifikasi, seperti Remote Pilot Academy, sebelum dapat mendaftar dan mengikuti uji kompetensi.
Bisa. Materi disusun bertahap mulai dari regulasi dan teori dasar hingga praktik terbang bersama instruktur, sehingga terbuka bagi pemula maupun peserta yang sudah punya pengalaman.
Peserta harus Warga Negara Indonesia, tidak buta warna, berusia minimal 17 tahun, dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian pelatihan baik sesi online maupun offline.
Kombinasi keduanya: materi teori disampaikan melalui sesi online (Zoom), sedangkan praktik terbang dan ujian kompetensi dilaksanakan pada sesi offline bersama instruktur.
Tidak perlu. Unit drone untuk sesi praktik offline sudah disiapkan oleh panitia, jadi peserta tidak wajib membawa drone sendiri.
Peserta mendapatkan modul pelatihan, modul panduan operasional (SOP penerbangan drone), training kit, kaos dan topi, sertifikat pelatihan, bimbingan pendaftaran SIDOPIGO, serta konsultasi bersama instruktur setelah pelatihan selesai.